Bakti untuk NTT Korban Badai Siklon Catatan Rtn Budi Laksono Part 1

Bakti untuk NTT Korban Badai Siklon Catatan Rtn Budi Laksono Part 1

Ramadhan minus 1

Senin,12 April 2021 dibuka dengan urusan klinik sebentar lalu swab test, di lab Bu Yus, alhamdulillah negatif di ejabahi Gusti Allah. Sowan makam Bapak, untuk pamit dan berdoa. Beli obat-obatan tambahan untuk NTT. Print deklarasi data obat dokumen ll, diantar anak istri ke bandara Achmad Yani, Semarang. Jam 17.00 WIB terbang, transit di bandara Soekarno-Hatta Jakarta selama 7 (tujuh) jam sebelum menginjak kaki di kupang NTT. Ternyata ini adalah malam menjelang Ramadhan, jadilah hari pertama Bakti untuk NTT, bertepatan hari pertama Ramadhan. SEMPURNA.

obat-obat disiapkan untuk team medis

bersama Anak berangkat tinggalkan semarang

Hari 1 Ramadhan NTT

Bangun jam 03.00 WIB, pesawat masih diatas Pemalang. Sahur nasi goreng dan mie dari sisa kemaren malamnya, lalu lanjut tidur lagi. Jam 06.00 WIB mendarat di Kupang – Nusa Tenggara Timur. Ternyata Rotarian Ratna, presiden Rotary Club Kupang berkenan jemput. Sampai basecamp baru tahu bahwa beliau lagi duka dikarenakan adiknya habis meninggal. Beliau harus kebaktian doa, maka acara kami di basecamp hari ini adalah pelatihan buat masker kain yang baik dan pelatihan membuat Hand Sanitiser non-alkohol. Hasil pelatihan ini, akan dibawa besok ke camp pengungsi sambil pengobatan.

Pelatihan kedua, pembuatan Hand Sanitizer

Takari RDR 3420, Rotary Club Kupang “HEALTH SERVICE”

Takari adalah desa 60 km di timur laut Kupang. Masuk kabupaten Kupang, perbatasan dengan Kabupaten Seui. Di desa ini, ada RW dengan RT dimana 65 rumah berdiri. Pada saat badai siklon terjadi, 55 rumah diantaranya hilang atau hanyut. Pada rumah yang tersisa, umumnya dari tembok, bisa dilihat air banjir membuat gambaran Banjir di tembok setinggi 20 cm dari atas angin-angin pintu rumah. Ada satu rumah kayu yang tergeser beberapa meter dan sebagaian rubuh. Yang lain hilang semua bekasnya terbawa banjir. Lokasi desa ini memang dipinggir sungai. Kala kemarau memang sungai kering, tapi badai siklon telah membuat sungai bagai naga besar menghancurkan sekitarnya.

Kemarin ada yang kirim terpal plastik, untuk tenda. Tapi yang terpasang cuma 1 (satu). Siang mereka berteduh dibawah pohon besar. Malam mereka tidur di bawah tenda dan untung sejak badai belum ada hujan lagi.

Kami bersama team RC Kupang, hari ini bekerja ke Takari untuk pelayanan kesehatan dan trauma healing anak-anak, serta assessment program lain. kami ada kapasitas buat mini drinking water station, huntara AB6 dan huntara Y2 yg bisa diberdirikan 30 menit saja, juga solar cell light dll. Sementara stasiun dispenser hand sanitiser sudah kita siapkan kemarin, gratis untuk medis dan relawan.

Bila normal 1,5 (satu setengah) jam sampai ke sana, tapi ini jalan rusak di beberapa tempat dan gelombang, maka bisa 2,5 (dua setengah) jam. Kami sampai sana jam 1 (satu) siang, langsung buka pelayanan yang sakit di bawah pohon besar.

Hampir semua orang lupa Covid, hampir tak ada yang gunakan masker. Maka kami bagi semua masker kain yang kami bawa untuk yang mau periksa. Masker kain paling baik bagi mereka karena bisa dicuci ulang. Itupun ketika nunggu, kadang dilepas sehingga saat kami anamnesa, harus minta dipasang terlebih dahulu.

     

Masyarakat yang datang berobat tidak parah umumnya, cuma batuk, pilek, kaki jamuran, ada beberapa yang luka ulkus karena kecelakaan kecil saat selamatkan diri. Ada beberapa yang neurotik, sulit tidur atau bila malam terkaget-kaget, kita semua layani. Banyak yang datang cuma sakit pinggang atau otot sakit-sakit, atau cuma minta vitamin. Pelayanan 3 (tiga) jam selesai.

Sementara Abiyoga, psikolog Undip dan Klinikal psikologi Universitas Sugiopranoto bersama relawan lain memberi trauma healing pada anak anak. Jam 16.30 WIB -an selesai dan kami balik. Sampai di jalan magrib sehingga saya buka puasa. Sampai basecamp Hand Fortuna jam 19.00 WIB, langsung kami ke gerai ramadhan yang digelar dekat basecamp, untuk buka puasa.

Malam datang Nazly Siregar dari Rotary Club Metropolitan Jakarta, yang membawa bantuan obat-obatan yang diserahkan kepada RC Kupang. RC Kupang melayani banyak titik, selain perlu tambahan logistik juga tenaga medis.

Demikian report tanggal 14 april 2021 Salam dari Kupang, dari Rotarian DR. Dr. BUDI LAKSONO, MHSc Rotary Club Semarang Pandhawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *