Ecoenzyme, dari Sampah Rumah Tangga Menjadi Disinfektan

Ecoenzyme, dari Sampah Rumah Tangga Menjadi Disinfektan

Pandemi Covid-19 belum juga usai, dan kehidupan harus terus berjalan. Sejak pertengahan tahun 2020, pemerintah sudah menggalakkan gaya hidup yang baru dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu gaya hidup baru yang harus diterapkan ialah melakukan pembersihan ekstra menggunakan cairan disinfektan. Disinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membasmi kuman penyakit. Cairan ini ampuh menghilangkan kuman, tetapi berbahaya bagi lingkungan dan manusia jika digunakan dalam jangka panjang.

Adalah eco enzyme, solusi pembersih yang alami untuk menggantikan cairan disinfektan berbahan kimia. Eco enzyme adalah hasil fermentasi dari sampah dapur yang dapat digunakan sebagai bahan pembersih alami. Sampah dapur yang dapat menjadi bahan pembuatan eco enzyme misalnya kulit buah, sisa buah dan sayuran, gula, dan air

Rotaract Club of Bali Apuan menggagas pengolahan sampah organik di Desa Apuan menjadi eco enzyme. Sampah rumah tangga yang biasanya menjadi permasalahan bagi sejumlah warga, kini dapat dimanfaatkan untuk hal yang berguna. Eco enzyme yang telah dihasilkan, kemudian digunakan sebagai cairan disinfektan pada upacara perkawinan di Desa Apuan, Tabanan, Bali. Pada 30 Maret 2021 yang lalu, sejumlah Rotaractor turut menyemprot cairan tersebut pada lokasi upacara perkawinan.

Selain sebagai disinfektan, eco enzyme juga dapat diolah menjadi hand sanitizer. Tidak hanya ramah bagi lingkungan dan tubuh manusia, pemanfaatan eco enzyme juga dapat menekan pengeluaran di tengah sulitnya kondisi finansial masyarakat saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *