Makna Kartini bagi Cindy Bachtiar

Makna Kartini bagi Cindy Bachtiar

Tidak semua orang berani untuk keluar dari zona nyaman, apalagi untuk melepaskan karir sebagai seorang banker, dengan jabatan terakhir Vice President ABN AMRO Bank di Jakarta. Namun, tidak dengan Cindy Bachtiar, seorang wanita yang murah senyum itu berani dan optimis mengambil keputusan untuk melepas karir tersebut dan kemudian pindah ke Kota Semarang. Hal tersebut dilakukannya sebagai sebuah bentuk komitmen.

“Memang tidak mudah, untuk memutuskan itu. Apalagi untuk mencapai posisi sebagai Vice President, membutuhkan perjuangan dan proses yang lama. Namun setelah saya menikah, saya memutuskan untuk hidup bersama suami, yang berdomisili di Semarang. Sebenarnya, saya sempat untuk bermukim di Jakarta untuk beberapa saat. Namun semua itu sudah menjadi pilihan yang tepat bagi saya di kala itu,” tandasnya, mengenang keputusan yang diambilnya pada 17 tahun lalu tersebut. Semua dilakukan setahap demi setahap. Ketika pindah ke Semarang, ia harus memulai dari awal. Termasuk saat mengelola usaha, salah satunya Vina House. Pengalamannya selama berkarir di perbankan pun diterapkan, terutama dalam pengelolaan manajemen usaha tersebut.

Cindy mempunyai prinsip selalu berusaha empat kali melebihi orang lain. Jadi kalaupun belum berhasil maka kita tidak akan menyesalinya. Misalnya saja, ketika mulai mengelola Vina House yang berkonsep Function Building, ia memulai dengan kanvasing untuk memperkenalkan Vina House ke perusahaan-perusahaan dan komunitas-komunitas di Kota Semarang. Vina House sekarang telah berkembang pesat dan bisnisnya saat ini sudah merambah ke dunia properti.

Ia juga selalu serius, selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang ia lakukan, dan tidak pernah hanya menggunakan setengah hati saja. Meskipun itu merupakan hal yang baru baginnya. Setiap berusaha dalam bidang apapun selalu ia lakukan menggunakan hati. Di satu sisi, apa yang saat ini sudah dicapainya, diraih dengan perjuangan. Bisa dibilang, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kerja keras saja tidak cukup, tetapi juga harus disertai semangat pantang menyerah dan juga keteguhan hati.
“Tak ada kata mustahil untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, selama kita tetap mau untuk berusaha”, ucap Cindy.

Atas kegigihan dan kerja kerasnya, semua yang telah ia capai dapat dikelola dengan baik dan terus berkembang semakin besar serta menjadi lebih baik. Cindy juga selalu memperlakukan semua karyawannya layaknya keluarga, Dirinya juga terus mengembangankan networking atau jaringan yang luas. Ia kemudian bergabung dengan beberapa organisasi, yang mempunyai jaringan internasional. Satu di antaranya Rotary Club Semarang Kunthi. “Jika dulu saya bergabung di Rotary untuk memperluas jaringan, kini saya aktif di Rotary sebagai relawan pelayanan masyarakat,” terangnya. Hal tersebut menjadi pilihhannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta, atas kelahiran puteri kembarnya, Allegra dan Callista, setelah 10 tahun menanti.

Bukan perkara yang mudah, antara membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan organisasi, agar ketiganya mampu berjalan dengan baik. Namun, hal tersebut mampu dilakukan oleh Cindy Bachtiar.
Dirinya mencontohkan ditengah jadwal yang padat, setiap pagi menyempatkan untuk berbincang dengan suaminya di meja makan saat sarapan. Sedangkan malam, ia habiskan bersama kedua anaknya dengan tidur bersama. “Pasti ada quality time buat mereka,” pungkasnya. “Di tengah aktivitas dan kegiatan yang begitu padat, maka kuncinya adalah manajemen waktu yang baik, serta disiplin dalam melakukannya,” paparnya.

Pada tahun 2015, Cindy menjabat sebagi president club dan saat itu meraih sebagai The Best Club President. Setelah itu, ia dipercaya untuk menjadi Assistant Governor, Chair di District Conference 2018 hingga saat ini menjadi District Governor Elect 3420 untuk tahun pengabdian 2021-2022. Pada masa kepemimpinannya mendatang, ia memprogramkan 5000 Jamban sebagai Project District 3420. Karena menurutnya, di Indonesia ada 20 juta keluarga belum mempunyai akses ke jamban. Ia juga akan membuat program-program seputar Empowering Girl. Di sisi lain, dirinya juga mendapat amanat sebagai Ketua Yayasan Sekolah Mataram, hingga penasehat di AIESEC Undip dan Woman International Club.

Dulu, wanita tak bisa menjadi pemimpin, wanita hanya melakukan perkerjaan yang ringan-ringan, dan tak boleh melakukan pekerjaan laki-laki. Tapi saat ini, wanita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk maju, cerdas, dan bekerja. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Cindy Bachtiar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *