Membership Tantangan di Peace and Conflict Prevention/Resolution Month

Membership Tantangan di Peace and Conflict Prevention/Resolution Month

Fokus Point pada Februari ini adalah Peace and Conflict Prevention/Resolution, di mana Rotary Club berdiri sejak awal berusaha memberikan pemahaman bersama dan mempromosikan perdamaian. Selain memberikan pelayanan (service) kepada lingkungan masing-masing di mana Rotary Club itu berada.

Dalam bulan perdamaian dan resolusi konfik ini, Rotary Club bisa melakukan berbagai kegiatan untuk mengatasi persoalan-persoalan secara struktural akibat konflik. Kemisikinan, ketidaksetaraan, ketegangan etnis, tidak adanya akses pendidikan bagi korban konflik, terutama anak-anak dan distribusi sumber daya yang tidak merata.

Pada bulan ini pula, mempunyai latar belakang sejarah yang tinggi di mana pada 23 Februari diperingati sebagai hari lahirnya Rotary Club. Pada 23 Februari 1905 di Chicago, Amerika Serikat, Rotary Club pertama kali didirikan oleh Paul Harris dan kini sudah berumur 116 tahun. Usia yang sudah tidak muda lagi, Rotary Club mampu melewati berbagai tantangan dan beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Saat ini ketika dihadapkan pada Pandemi Covid-19, maka Rotary Club dan anggotanya juga diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai strategi. Kondisi saat ini sangat menantan dan setiap orang akan tertantang untuk menghadapinya. Meski kondisi sedang tidak menguntungkan, pasti ada peluang dan kesempatan di dapan. Dan sebagai member Rotary Club harus terus optimis.

Setidaknya sudah tercermin pada sumbangan klub ke The Rotary Foundation (TRF) di mana dari target 200 US Dollar yang dicanangkan pada Juli 2021, pada semester pertama sudah terealisasi mencapai 80 persen atau sekitar 160 US Dollar.

Sedangkan yang masih menjadi tantangan berat sampai saat ini adalah persoalan membership. Pada 1 Juli 2021, member (anggota) tercatat 1.142 orang bertambah lebih dari 100 orang tetapi secara keseluruhan pada akhir semester pertama anggota berkurang menjadi 1.128 atau berkurang 14 orang jika dibandingkan pada awal semester. Tetapi jika dihitung dengan penambahan anggota maka total member berkurang 114 orang dalam satu semester ini.

Sementara tantangan ke depan semakin berat, di mana angka positif Covid-19 tidak kunjung turun dan justru terus meningkat. Sementara aktivitas manusia, terus menurun karena banyak hal yang perlu pembatasan. Sisi lain, project-project yang dilaksanakan pun berkurang karena banyak berpindah dari offline ke online dan tidak bisa melibatkan banyak orang.

Terus terang, agak khawatir dengan kondisi ini. Meski Rotary Club selama ini mempunyai program menambah, mempertahankan anggota dan menambah club. Kekhawatirannya cukup beralasan, dari hasil penelitian dari Rotary International bahwa anggota Rotary Club meminati hadir dalam service project.

Sedangkan alasan mengapa anggota meninggalkan Rotary Club, 30 persen dianggap biaya tinggi atau persoalan waktu, 23 persen mengenai kenyamanan klub dan 19 persen tidak memenuhi harapan.

Meski mudah sekali pada masa pandemi ini membuat project yang berhubungan dengan Covid-19. Membuat face shield, alat pelindung diri dan mencari sumber pendanaan untuk project-project tersebut.

Harapannya dengan momen peringatan 116 tahun berdirinya Rotary Club pada 23 Februari, menguatkan lagi semangat pengabdian yang akan menarik orang menjadi anggota. Rotary besar karena membership (keanggotaan). Satu di antaranya adalah dengan mendirikan Rotary Club baru dan pada semester ini aka nada tiga klub baru, Rotary Club Sorong, Rotary Club Gianyar, Rotary Club Magetan dan Rotary Club Surabaya Gubeng.

Untuk merangsang anggota mempromosikan untuk bergabung ke dalam Rotary Club, District 3420 menggelar kontes di mana jika ada satu anggota mensponsori satu orang akan diberi satu pin silver, dua sampai tiga diberi pin emas dan empat member ke atas akan diberikan pin dari platinum. Periode kontes ini dari 1 Januari sampai dengan 30 April 2021.

Mengenai kiprah Rotary District 3420 di beberapa daerah di Indonesia yang sedang tertimpa bencana alam, sangat aktif di Sulawesi Barat. Support teman-teman District di Mamuju sangat tinggi dan di sana melalui AG Manik mengkoordinir bantuan dari berbagai Rotary Club untuk korban bencana.

AG Manik setiap pekan turun ke lapangan, meski harus menempuh perjalanan darat selama 10 jam. Bantuan sementara berupa tenda sementara, filter air untuk ketersediaan air bersih, obat-obatan dan makanan. Mengenai hunian sementara jangka panjang dengan Shelter Box belum ada rencana karena saat ini stok kosong dan untuk mendatangkan ke Indonesia bukan perkara yang mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *